» Read More...
Halaman
Uranium
Uranium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang U dan nomor atom 92.. Ia merupakan logam putih keperakan yang termasuk dalam deret aktinida tabel periodik. Uranium memiliki 92 proton dan 92 elektron, dan berelektron valensi 6. Inti uranium mengikat sebanyak 141 sampai dengan 146 neutron, sehingganya terdapat 6 isotop uranium. Isotop yang paling umum adalah uranium-238 (146 neutron]] dan uranium-235 (143 neutron). Semua isotop uranium tidak stabil dan bersifat radioaktif lemah. Uranium memiliki bobot atom terberat kedua di antara semua unsur-unsur kimia yang dapat ditemukan secara alami. Massa jenis uranium kira-kira 70% lebih besar daripada timbal, namun tidaklah sepadat emas ataupun tungsten. Uranium dapat ditemukan secara alami dalam konsentrasi rendah (beberapa bagian per juta (ppm)) dalam tanah, bebatuan, dan air.
1
komentar
Diposting oleh
Aneka
Label:
Bahan Galian A
Pengujian Sederhana Skala Mohs
Jika kita berada di suatu tempat dan ketika itu kita menemukan mineral tetapi kita tidak membawa alat penguji kekerasan mineral, kita dapat menguji kekerasan mineral tersebut secara kasar dengan menggunakan alat-alat yang sering kita temui.
Pada skala Mohs,
grafit (bagian utama dari "timbal"pensil) memiliki tingkat kekerasan 1,5
; kuku 2,2–2,5
; koin tembaga 3,2–3,5
; pisau saku 5,1
; badan pisau 5,5
; kaca jendela 5,5
; dan file 6,5.
Sebuah pelat garis (porselen non-kaca) memiliki tingkat kekerasan 7,0.
Penggunaan bahan-bahan biasa dengan kekerasan yang sudah diketahui dapat menjadi cara sederhana untuk memperkirakan posisi suatu mineral pada skala ini
» Read More...
1
komentar
Diposting oleh
Aneka
Label:
Skala Mohs
SKALA MOHS
Skala kekerasan mineral Mohs mengklasifikasikan resistensi goresan terhadap berbagai mineral melalui kemampuan suatu bahan keras menggores bahan yang lebih lunak. Skala ini diciptakan tahun 1812 oleh geolog dan mineralog Jerman Friedrich Mohs dan merupakan satu dari beberapa definisi kekerasan dalam teknik material. Metode perbandingan kekerasan dengan melihat mineral mana yang mampu menggores mineral lain sudah lama ada, pertama kali disebutkan oleh Theophrastus dalam tulisannya Tentang Batuan sekitar tahun 200 SM, diikuti Plinius yang Tua dalam Naturalis Historia sekitar tahun 77 M.
Bagaimana penerapannya?
» Read More...
1
komentar
Diposting oleh
Aneka
Label:
Skala Mohs
Terbentuknya cekungan Minyak Bumi
Keberadaan minyak bumi di alam merupakan hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba jutaan tahun silam. Organisme-organisme tersebut kemudian dibusukkan oleh mikroorganisme dan kemudian terkubur dan terpendam dalam lapisan kulit bumi. Dengan tekanan dan suhu yang tinggi, maka setelah jutaan tahun lamanya, material tersebut berubah menjadi minyak yang terkumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir. Oleh karena pori-pori batu kapur bersifat kapiler, maka dengan prinsip kapilaritas, minyak bumi yang terbentuk tersebut perlahan-lahan bergerak ke atas. Ketika gerakan tersebut terhalang oleh batuan yang tidak berpori, maka terjadilah penumpukan minyak dalam batuan tersebut.
Itu sebabnya minyak bumi disebut sebagai petroleum (yang dalam bahasa Latin, petrus = batu dan oleum = minyak). Pada daerah lapisan bawah tanah yang tak berpori tersebut dikenal dengan nama antiklinal atau cekungan. Daerah cekungan ini terdiri dari beberapa lapisan, lapisan yang paling bawah berupa air, lapisan di atasnya berisi minyak, sedang di atas minyak bumi tersebut terdapat rongga yang berisi gas alam. Jika cekungan mengandung minyak bumi dalam jumlah besar, maka pengambilan dilakukan dengan jalan pengeboran.
Proses pengeboran minyak bumi dan gas alam tersebut digambarkan sebagai berikut.
Proses pengeboran minyak bumi dan gas alam tersebut digambarkan sebagai berikut.
» Read More...
1
komentar
Diposting oleh
Aneka
Label:
Minyak Bumi dan Gas
Kemenangan itu Butuh KESABARAN
Di suatu sore, seorang anak datang kepada Ayahnya yg sedang baca koran …
“Ayah, Ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang Ayah…..
“Aku capek, sangat capek … Aku capek karena Aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek …Aku mau menyontek saja! Aku capek. sangat capek …”
“Aku capek karena Aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, Aku ingin kita punya pembantu saja! … Aku cape, sangat capek …
» Read More...
0
komentar
Diposting oleh
Aneka
Label:
Cerita Inspiratif
Dasar dan Kriteria Pertambangan di Indonesia
0
komentar
Diposting oleh
Aneka
Label:
Pertambangan Indonesia
TAHAPAN KEGIATAN PERTAMBANGAN
TAHAPAN KEGIATAN PERTAMBANGAN
- Prospeksi
Prospeksi merupakan tahapan awal dalam mencari bijih-bijih metal atau mineral berharga lainnya (batubara atau nonmetal). Mineral mineral berharga ini berada dibawah permukaan bumi oleh karena itu diperlukan cara-cara tertentu untuk menemukannya. Metode pencariannya terbagi menjadi dua yaitu metode langsung dan tidak langsung.Untuk metode langsung biasanya terbatas pada cadangan permukaan (singkapan ditemukan). Berdasarkan dari penglihatan atau pengamatan langsung, singkapan cadangan atau dari pecahan-pecahan lepas yang mengalami pelapukan dari singkapan tersebut. Pada metode langsung biasanya dilakukan studi geologi beberapa data tambahan dari foto udara maupun peta topograpi daerah tersebut.
<span
Untuk metode tidak langsung yang mana bahan galiannya tersebunyi biasanya digunakan berupa metode geofisika. suatu metode yang mendeteksi kejanggalan-kejanggalan yang disebabkan adanya cadangan mineral dibawah permukaan bumi. Metode ini biasanya menggunakan analisa gravitasi, seismik magnetik, elektrik, elektromagnetik dan ukuran radiometrik.
» Read More...
4
komentar
Diposting oleh
Aneka
Label:
Tahapan Pertambangan
Langganan:
Postingan (Atom)